Review Drakor 18 Again: Tentang Kesempatan Kedua

Pernahkah kamu membayangkan kalau semesta memintamu kembali ke masa lalu saat kamu berumur 18 tahun? Jujur itu terdengar sangat mustahil, tetapi seandainya itu nyata, bagaiamana kamu akan bersikap? Kalau aku pasti sangat senang karena bisa kembali di masa paling indah. Tiada masa paling indah… masa-masa di sekolah, tiada kisah paling indah… kisah kasih di sekolah 🙆‍♀️. Huhu, dulu beban-beban kehidupan belum begitu nyata dibandingkan kebahagiaan bersama teman. Menjalankan hobi, menjelajah daerah-daerah, bermain playstation, atau sekadar duduk nongkrong terasa sangat menyenangkan.

Berbeda ketika telah lulus SMA, semua teman-temanmu pergi untuk meraih impiannya masing-masing. Tidak ada waktu luang yang sama, yang tersisa hanya beberapa kawan lama. Itu pun kalau mereka luang juga. Mungkin ada yang menganggap perkuliahan juga tidak kalah indah? Boleh tahu kenapa, mungkin kamu bisa bercerita di bawah sana (kolom komen). Kalau aku sendiri masa kuliah itu berat, di masa inilah aku mulai merasakan krisis kehidupan (Quarter Life Crisis!)

Oke cukup curhatnya. Mon maaf kalau kepanjangan, karena setelah menonton Drama Korea 18 Again, aku benar-benar rindu pada masa Ketika aku berusia 18 tahun ke bawah (padahal dulu aku ingin cepat-cepat 18+ biar bisa nonton *ehem). Just kidding, hehe. Oke tanpa berlama-lama lagi, yuk kita ngomongin drakor satu ini lebih lanjut.

Dae-young muda, Da-jung, Dae-young (dok: hellokpop.com)

Tentang Drakor 18 Again

    • Judul : 18 Again
    • Sutradara : Ha Byung Hoon
    • Penulis : Kim Do Yeon, An Eun Bin, dan Choi Yi Ryun
    • Jumlah : 16 episode
    • Tayang : 7 September 2020

Sinopsis Drama 18 Again (spoiler alert!)

SMA Serim menjadi latar belakang dimulanya kisah percintaan antara Hong Dae-young (Yoon Sang-hyun) dan Jung Da-jung (Kim Ha-neul). Mereka adalah dua tokoh utama yang bisa dibilang best couple di masa SMA-nya. Dae-young merupakan sosok yang populer karena menjadi ace dan MVP (most valuable player) dalam tim basket sekolahnya. Sedangkan Da-jung adalah penyiar radio sekolah yang sangat berbakat dan memiliki banyak penggemar. Intinya, mereka berdua sangat berbakat—selain tentu saja berwajah gagah dan cantik. (btw I’m fall in love with Da-Jung muda (Han So-eun))

Suatu ketika menjelang pertandingan basket, Da-jung tiba-tiba mendatangi Dae-Young. Ia menjelaskan bahwa dirinya hamil! Mendengar itu ekspresi Dae-young langsung berubah pucat, bahkan saat bermain pun ia tampak sangat gelisah. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengejar Da-jung, menyatakan bahwa ia siap bertanggung jawab dan membesarkan anak-anaknya, Hong Shi-A (Roh Jeong-eui) dan Hong Shi-woo (Ryeo Un). Mereka adalah anak kembar tapi beda gender.

18 tahun berlalu begitu saja, kehidupan mereka tampak stagnan, mimpi-mimpi mereka ketika muda tidak tercapai. Banyak perkelahian karena masalah sepele, kesalahpahaman, saling curiga, bad relationship dengan anak, hingga mereka berada di ambang perceraian. Namun, sebuah hal besar dan tak terduga terjadi, Dae-young tiba-tiba kembali ke usia 18 tahun dengan jiwa dan pikiran yang masih sama. Ia mengganti identitasnya dengan nama Woo-young, kemudian berpura-pura menjadi anak Go Deok Jin (Kim Kang Hyun) yang merupakan sahabat Dae-young sejak SMA. Ia pun Kembali ke SMA Serim dan satu Angkatan dengan kedua anaknya. Di sisi lain, sosok aslinya (pria tua berusia 37 tahun) sebagai suami dan ayah dibuat seolah-olah sedang sibuk pada urusan bisnis di Kota Busan.

Baca Juga:  Review Drama It’s Okay to Not be Okay: Tentang Memaklumi Masa Lalu

Sejak menjadi anak ’18 Again’, Dae-young baru menyadari banyak hal tentang keluarganya. Ia baru tahu kehidupan anaknya selama di sekolah berbeda dengan apa yang diketahuinya selama ini. Ia mendapati putrinya merokok dan putranya dirundung selama di sekolah. Kenyataan itu membuatnya mengambil tindakan-tindakan agresif untuk mendukung keluarganya.

Tidak hanya pada anak-anaknya, Dae-young juga selalu memberi dukungan pada istrinya, Da-jung agar selalu kuat dalam menghadapi rintang kehidupan yang begitu luar biasa. Pernikahan dini membuat mereka kesulitan dalam melawan hidup. Selalu muncul stigma negatif tentang pernikahan di usia muda, lebih-lebih ini karena ‘kecelakaan’ yang mereka berdua lakukan.

Intinya, Dae-young seperti diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki rumah tangganya. Mulai dari membantu putranya agar tetap optimis pada hobi basketnya, hingga berhasil menjadi yang terbaik. Di sisi lain, ia juga membantu putrinya untuk menemukan jati dirinya sehingga tidak selalu bergantung pada jalur kehidupan yang biasa saja. Setelah semua permasalah usai, akhirnya Dae-young Kembali ke usia yang sebenarnya. Kesempatan kembali menjadi anak muda membuka matanya akan banyak hal, terutama tentang keluarganya.

Quotes Drakor 18 Again

Salah satu hal yang membuatku sering merengek dan mencintai drakor satu ini adalah quotes di dalamnya yang sangat menyentuh. Semoga kamu juga tersentuh dengan beberapa kalimat ini, hehe.

Pertama, obrolan antara Woo-young (Dae-young muda) dan Da-jung di depan rumah mereka. Beberapa kalimat penyemangat agar Woo-young bisa menggapai impiannya.

“Tadi di mobil, katamu Dae-young selalu menjadi pemain utama. Kau tahu bagaimana dia melakukannya? Dia berlatih setiap waktu luang. Dia tidak minum atau merokok. Aku tahu betul karena pernah melihatnya sendiri. Aku tahu betapa keras dia bekerja untuk meraih impiannya.” – Jung Da-jun

Kedua, masih percakapan antara dua sejoli kita. Kali ini adalah kilas balik Ketika Da-jung gagal pada saat wawancara kerja karena sang interviewer mengetahui latar belakangnya yang menikah muda dan terlambat kuliah.

Da-jung tampak suram seturunnya dari bus, sementara itu suaminya menunggu di halte. Sambil menahan tangis, Da-jung berkata, “Aku agak gugup selama wawancara. Kurasa aku tidak akan mendapatkan pekerjaan itu lagi.” Dae-young pun menjawabnya, “Jika tidak, itu membuktikan mereka tidak bisa melihat bakat. Kau melakukannya dengan baik, kau luar biasa. Jadi jangan salahkan dirimu meski kau tidak diterima. Jika tidak tahun ini, kau bisa mencoba lagi lain kali, benar bukan?”

Ketiga, kali ini percakapan antara Woo-young dengan teman kelas sekaligus teman di klub basket, Ja Sung, sebuah nasihat agar tidak melakukan hal yang disesali.

“Jangan lakukan hal yang akan kau sesali nanti. Bahkan jika itu seseorang yang kau benci. Berpaling dari seseorang selamanya akan membuatmu lebih sedih daripada dugaanmu.” – Dae-young

Keempat, Kali ini quotes muncul dari Da-jung Ketika ia membawakan sebuah acara tentang perceraian. Berbicara tentang betapa pentingnya komunikasi dalam sebuah hubungan.

“Orang-orang mengatakan pernikahan memberi kalian satu-satunya keluarga yang tidak sedarah. Jika mereka satu-satunya, kenapa kalian tidak memberi tahu mereka. Bicaralah, bisa saja kalian akan mendengar sesuatu yang kalian tunggu.” – Da-jung

Kelima, lagi-lagi flashback ke masa lalu, ini adalah Ketika Dae-young ingin mengadakan pesta pernikahan dengan Da-jung (karena lantaran biaya mereka tidak pernah mengadakan pesta dahulu). Sungguh pasangan yang saling pengertian!

“Aku tahu ini sudah terlambat, tapi haruskah kita membuat pesta?” tanya Dae-young, Da-jung menjawab, “Tidak usah, butuh banyak biaya untuk merencanakan pesta. Mari bepergian dengan Si-a dan Si-woo dengan uang itu. Aku sangat ingin membuat banyak kenangan indah untuk anak-anak kita. Hanya itu yang kuinginkan,”

Keenam, kali ini flashback ke tahun 2002 ketika anak mereka masih bayi. Da-jung sendiri dan kedua anaknya (yang satu digendong, yang satu di kereta) menunggu Dae-young pulang bekerja. Sebuah prolog dari Da-jung melihat betapa keras suaminya bekerja dan menyembunyikan kesedihannya.

“Semua orang bersorak-sorai untuk Korea pada musim panas 2002. Kau di usia 20 tahun menangis karena patah hati dengan penderitaanmu sendiri dan oleh orang-orang yang tidak berperasaan. Mereka membuatmu menangis. Aku ingin menghiburmu dengan memberitahumu agar tidak berusaha keras saat kau menangis. Tapi kau berusaha dan tersenyum, dan aku tidak ingin membuatmu menangis. Saat seluruh dunia berpaling darimu, aku percaya padamu. Kita penuh luka, tapi kita bintang paling terang untuk satu sama lain.” – Da-jung.

Ketujuh, obrolan antara Da-jung dengan Dae-young setelah ia Kembali ke usia yang sebenarnya. Tentang apa yang dia pelajari setalah menjadi muda lagi.

“Ada satu hal yang kupelajari setelah Kembali muda. Berapapun usiamu selalu ada hal baru untuk dipelajari. Jika kau menganggapnya penyesalan, tamatlah sudah. Tapi saat kau menganggapnya sebagai pelajaran, ini menjadi awal yang baru. Aku akan mencoba belajar lebih banyak mulai sekarang. Baik soal pekerjaan, kehidupan, atau cinta. Jadi, aku akan mencoba mencari hal yang kusukai lagi. Aku akan menghabiskan hidupku tanpa penyesalan.” – Dae-young.

Kesimpulan Setelah Menonton Drama 18 Again

Setelah menontor Drama Korea 18 Again saya mendapatkan banyak sekali insight baru berkaitan dengan keluarga. Betapa pentingnya menjalin komunikasi yang baik dengan suami atau istri dan anak-anak sehingga tidak muncul kesalahpahaman yang berujung pada kehancuran. Katakanlah segala pahit manis yang kau rasakan Ketika tidak sedang bersama. Bagikan suka duka pahit manis kehidupan yang kamu rasakan.

Baca Juga:  Bungkus atau Makan Di Sini, Mas?

Bila kita menilik hubungan antara Da-jung dan Dae-young, mereka benar-benar mengambil tanggung jawab yang besar. Menikah muda dan bertanggung jawab pada anak-anaknya. Masing-masing dari mereka menyembunyikan penderitaan yang dirasakan, hingga berakhir chaos karena kejenuhan dan salah sangka. Untung ada keajaiban buat balik lagi ke usia 18 tahun, di dunia nyata enggak ada cuy, jadi manfaatkanlah kesempatan yang ada.

Akhir kata, drama ini sangat recommended untuk kamu yang suka pada drama bertopik keluarga. Selain dari alur ceritanya yang unik, ackor aktrisnya juga cakep dan cantik. Terutama Da-jung muda (Han So-eun yang cantik dan sangat imut). Wkwkwk, tapi seperti biasa jatuh cinta pada aktris biasanya hanya sementara. 9 dari 10 untuk Drakor 18 Again.

2 Replies to “Review Drakor 18 Again: Tentang Kesempatan Kedua”

  1. Wah, saya jadi penasaran pingin nonton dramanya🤧 Pesannya pasti dalam sih, as always drakor yang bergenre keluarga.

    Kalau saya sendiri dikasih pilihan seperti itu juga kayaknya nggak akan nolak😂 Cuma karena sejauh ini, pada saat 18 tahun dulu saya sudah merasa cukup all out mengerahkan apa yang saya bisa. Mungkin satu-satunya hal yang pingin diubah adalah putus sama pacar yang dulu, haha. Karena nggak merasa banyak manfaatnya sekarang setelah dipikir-pikir. Lalu yang kedua, saya pingin nasihatin diri saya di masa itu untuk terus belajar dengan giat, jangan berhenti dan jangan lelah karena masa depan terlalu keras buat kita berleha-leha, ehehehe.

    Seru yaa berandai-andai😆

    1. Skuy nonton dan siep2 deh mewek di tiep episodenya 😂

      Wadawww korban perasaan sepertinya :v… Kalau saya mikirnya sekalian aja jangan pacaran sama si doi wkwk. Kalo di kisah saya… setelah dipikir-pikir jijik juga sama diri sendiri karena dulu pernah jadi bucin 🤣, tapi dahlah itu cuma masa lalu huhu.

      Yuk bareng-bareng mewujudkan ‘andai-andai’ kita tentang masa depan, anjai. 🤘 😆

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *