Menjelajah Pantai Keong di Selatan Lombok, Masih Sepi dan Asri

Minggu, 31 Mei 2020

Kalau ngomongin Pulau Lombok, hal pertama yang terlintas pasti tentang wisata alamnya yang melimpah. Ada banyak sekali destinasi wisata yang bisa kamu susuri di pulau mungil berjuluk pulau seribu masjid ini. Mulai dari pantai dengan pasir putih, kuning, abu, hingga pantai berpasir pink. Beragam jenis pantai ini tersebar di seluruh sisi pulau, dari timur ke barat, selatan ke utara. Tidak cukup sampai di situ, persebaran destinasi wisata ini juga mencakup pegunungan dan gili-gili.

Bila obrolan kita semakin meluas, tentu destinasi ini tidak akan habis. Oleh karena itu, sekarang aku mau spesifik membahas tentang salah satunya saja. Namanya Pantai Keong, terletak di daerah Jerowaru, Lombok Timur bagian selatan. Bila berangkat dari pusat Kota Selong mungkin sekitar dua jam perjalanan. Namun karena sudah lama tidak ke mana-mana, maka kami seolah lupa jalan untuk ke sana.

Sebenarnya bukan lupa, hanya saja memang tidak tau jalannya hehe… Kami hanya bermodalkan mulut untuk bertanya, “Di mana Pantai Keong, Pak/Bu?” Buat yang belum tahu nih, di daerah paling ujung selatan Lombok Timur ini sinyal kurang begitu mendukung, jadi tidak mengendalkan Google Map ya. Bila dilihat dari sisi sosial, ini sebenarnya bagus, karena kita berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Tidak melulu bergantung pada teknologi, ye kan?.

Setelah beberapa kali tersesat, akhirnya kami menemukan pantainya. Jujur saja, jalur ke pantai ini sedikit curam, trus kalau jalan kaki ya lumayan jauh. Akhirnya dengan rem yang terus ditarik lepas, kami tiba juga dipengujung pulau. Cuacanya terik, tanahnya berdebu, kering dan gersang. Setelah parkir motor, kami pun menaiki gazebo untuk berteduh. Sejauh mata memandang, tidak ada penampakan turis sama sekali. Ini sebuah pertanda bahwa pantai ini memang tidak sepopuler tetangganya, Pantai Kura-kura.

Baca Juga:  Bukit Pergasingan Sembalun: Pemanasan Sebelum ke Rinjani?

Sebelum melangkah dan menjajaki pantai, kami terlebih dahulu mengisi perut dengan beberapa suap nasi yang kami beli di perjalanan. Makan saat lapar memang luar biasa sekali, Bung! Aku sampai tidak sempat mengambil dokumentasi karena terlalu menikmati. Begitu dirasa cukup, kami bersiap menyusuri pesisir pantai untuk menuju spot utama Pantai Keong. Berikut beberapa suguhan yang akan kamu temukan di jalan.

Setelah beberapa ratus langkah, akhirnya kami tiba juga di spot utama pantai ini. Di sana udaranya teramat panas.  Mungkin karena musim kemarau yang juga berimbas pada surutnya air laut, jadi apa yang kami temui sedikit berbeda dengan ekspetasi. Kami mengira bahwa si batu berbentuk keong akan berada di tengah laut, ternyata oh ternyata air lautnya sudah surut cukup jauh. Tapi tak mengapa pemandangan yang kami dapat bisa dibilang sudah lumayan mantap. Mata dan raga berhasil dimanjakan setelah berbulan-bulan berdiam dengan penuh kepenatan di dalam kamar.

By the way, karena aku satu-satunya yang membawa dan memegang kamera, trus tidak ada tripod, maka aku yang berkorban. Again and again pastinya, orang-orang dari divisi PDD sudah terbiasa akan hal ini. Untungnya aku sedikit mahir dalam manipulasi foto di Photoshop. Alhasil apa yang tampak di Instagram (lihat di sini) akan sedikit berbeda dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Oh iya gaes, lupa perkenalan (harusnya di awal hehe). Kali ini aku bersama dengan limar orang teman SMA. Dari kiri ke kanan, ada Rizky, Nina, Dini, Yanto, dan Galuh. Semenjak pandemi, mungkin ini kali pertama liburan kami. Kenapa Cuma ber-enam? Karena kebetulan yang lain sedang dan akan terus sibuk. Kami pun sebenarnya sibuk, tetapi kami mengambil risiko untuk mengabaikan sementara perihal duniawi, kuliahi, dan urbani yang menyesakkan. Eh ini dilematis banget wkwk… Intinya pantai ini cukup recommended untuk kalian yang suka eksplorasi tapi kurang pas buat kalian yang lebih suka ramai dan bersantai.

Baca Juga:  Belajar Nyetir Mobil Dari Tak Ber-skill Sampai Berhasil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *